Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok minyak goreng di sejumlah gudang distributor di Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencapai 195 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama Ramadhan 1434 Hijriah.


"Saat ini, stok minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan warga yang cukup tinggi dan diperkirakan stok akan terus bertambah karena pasokan minyak goreng datang secara teratur," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, Husni Tamrin di Pangkalpinang, Kamis.


Ia mengakui harga minyak goreng ini mengalami kenaikan menjelang puasa karena permintaan meningkat dan pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.


Harga minyak goreng merk Bimoli botol naik menjadi Rp15.000 dari harga Rp13.000 per liter, Fortune naik menjadi Rp10.000 dari harga sebelumnya bertahan Rp9.000 per liter.


Demikian juga, harga minyak goreng tanpa merk naik menjadi Rp8.500 dari harga sebelumnya Rp7.000 per kilogram (kg).


"Diperkirakan stok minyak goreng akan cukup meski mengalami kenaikan karena peningkatan permintaan hingga lebaran nanti," ujarnya.


Sementara itu, kata dia, stok tepung terigu di gudang distributor sebanyak 145 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.


"Saat ini, pasokan tepung terigu ini mengalami peningkatan seiring permintaan yang cukup tinggi untuk kebutuhan industri pangan rumah tangga, konsumsi dan kebutuhan usaha kecil menegah lainnya," ujarnya.


Ia mengatakan harga tepung terigu ditingkat pedagang pengecer naik karena permintaan meningkat.


Harga tepung terigu merek Segitiga Biru naik menjadi Rp8.500 dari harga sebelumnya Rp7.000 per kg dan Cakra Kembar naik menjadi Rp7.000 dari harga sebelumnya Rp6.000 per kg.


Ia mengharapkan pelaku usaha terus meningkatkan pasokan untuk mengantisipasi cuaca buruk di perairan selama musim pancaroba ini.


"Sebagian besar kebutuhan ini dipasok menggunakan jasa angkutan laut karena biaya yang lebih murah dibanding menggunakan angkutan udara," ujarnya.


Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026