Petenis peringkat dua dunia Murray, sebut Reuters, memainkan permainan bertahan presisi, yang sulit ditandingi oleh pukulan-pukulan forehand dan serve keras dari petenis Argentina lawannya.
Murray mengukir kemenangan beruntun ke-18-nya, sehingga membuat dirinya berpelang meraih gelar Wimbledon untuk kedua kalinya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.