Rupiah kembali menguat terpengaruh pidato Presiden yang memaparkan bahwa pemerintah optimistis terhadap ekonomi domestik.
Jakarta (Antara Babel) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.087, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp13.090 per dolar AS.

"Rupiah kembali menguat terpengaruh pidato Presiden yang memaparkan bahwa pemerintah optimistis terhadap ekonomi domestik," kata Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa pemerintah bersama DPR telah menyelesaikan sejumlah Rancangan Undang-Undang dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi, salah satunya mengenai Undang-Undang tentang Amnesti Pajak.

Ia menambahkan bahwa data-data ekonomi domestik yang telah dirilis juga menunjukan perbaikan meski ekonomi global masih melambat, terutama di negara maju.

"Indonesia masih menjadi salah satu acuan bagi investor global sebagai tempat berinvestasi, situasi itu akan mendorong permintaan rupiah meningkat," ucapnya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa penguatan mata uang rupiah juga dipicu faktor global. Spekulasi pembatasan produksi minyak mentah oleh anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mendorong penguatan harga minyak.

"Menguatnya harga minyak mentah akan memberi pengaruh positif pada mata uang komoditas," ujarnya.


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026