Batam (Antara Babel) - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta Polda Kepri dan jajaran Pemerintahan di Kepri agar mengantisipasi kemungkinan bahaya kebakaran hutan dan lahan pada wilayah tersebut.

"Tadi ada videoconference antara Kapolri, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Polda Kepri, Gubernur, Wali Kota Batam. Intinya bagaimana daerah mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam, Kamis.

Kegiatan yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut, kata dia, juga melibatkan petugas Pemadam Kebakaran dari BP Batam, BMKG Hang Nadim.

"Semua pihak diminta koordinasi dan siaga agar tidak terjadi bahaya kebakaran di Wilayah Kepri sehingga mengganggu aktivitas masyarakat," kata dia.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun usai mengikuti videoconference mengatakan semua pihak diminta koordinasi antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

"Semua diminta mengantisipasi hal itu (kebakaran hutan). Tanya Kapolda (Brigjen Pol Sam Budigusdian) saja ya, saya ada kegiatan lain," kata gubernur.

Selain potensi kebakaran melanda Kepri, selama ini Kepri merupakan daerah yang sering terdampak asap dari kebakaran hutan di Wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan bahkan Kalimantan Barat.

"Intinya seluruh pihak di Kepri juga beberapa daerah diminta koordinasinya mengantisipasi hal itu," kata Nurdin sambil berlalu meninggalkan halaman Polda Kepri.

Meskipun Kepri merupakan wilayah yang rawan bahaya kebakaran, namun BMKG Hang Nadim dalam laman resminya masih mengingatkan kemungkinan hujan disertai angin kencang di Kepri.

Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Provinsi Kepri khususnya Batam masih terjadi hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang.


Pewarta: Larno
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026