Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Nilai tukar petani Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada November 2012 sebesar 99,48 atau mengalami kenaikan 0,03 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 99,45.

"Kenaikan nilai tukar petani (NTP) ini terjadi karena perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan perubahan indeks indeks harga yang dibayar petani," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Teguh Pramono di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (IT) merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani dan terdapat lima subsektor komoditas hasil-hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya.

Pada November 2012, secara umum IT mengalami penurunan sebesar 0,13 persen dibandingkan dengan IT Oktober 2012, yaitu dari 123,54 menjadi 123,38.

Penurunan IT terjadi karena adanya penurunan indeks diterima petani pada subsektor tanaman hortikultura, peternakan dan perikanan.

Selain itu, kata dia, melalui indeks harga yang dibayar petani (IB) juga dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Pada November 2012 terjadi penurunan IB sebesar 0,16 persen bila dibandingkan Oktober 2012, yaitu dari 124,23 menjadi 124,03.

"Indeks kelompok Konsumsi Rumah Tangga (KRT) mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dari 128,53 menjadi 128,21 dan indeks kelompok biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,10 persen dari 114,88 menjadi 114,99," ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan subsektor tanaman pangan (NTP-P) pada November 2012, NTP-P mengalami kenaikan indeks yaitu dari 82,94 menjadi 83,99.

Kenaikan indeks sebesar 1,28 persen menggambarkan naiknya NTP-P yang disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan perubahan indeks harga yang dibayar petani.

Kenaikan yang terjadi pada IT karena indeks pada subkelompok palawija naik sebesar 1,50 persen dengan emicu utama kenaikan indeks subkelompok palawija adalah naiknya indeks beberapa komoditi seperti katela pohon.

Sedangkan penurunan yang terjadi pada IB karena adanya penurunan indeks pada kelompok KRT sebesar 0,36 persen dari 130,79 menjadi 130,32 dan kenaikan indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0,00 dari 134,36 menjadi 134,36.

"Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang menunjukkan tingkat kesejahtraan petani di suatu wilayah," ujarnya.

Penghitungan indikator ini diperoleh dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase dan secara umum semakin tinggi nilai NTP, semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.


Editor : Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026