Ia tidak demam dan bernapas normal setelah dokter memberikan antibiotik untuk mengobati radang di paru-paru kirinya pada 29 September, katanya.
Seregu dokter akan terus memberikan terapi dan memantau keadaannya secara saksama, tambahnya.
Pernyataan pada Sabtu itu keluar sesudah empat pembaruan kabar kesehatan pada September.
Raja itu dirawat karena berbagai penyakit selama rawat inap setahun di ibukota Thailand.
Raja Bhumibol sangat dihormati di Thailand, tempat dia diberi kedudukan setengah dewa. Banyak warga Thailand melihatnya sebagai pilar ketenangan dalam negara sarat keguncangan politik dan diperintah tentara sejak 2014.
Ia terakhir terlihat di depan umum pada 11 Januari, demikian Reuters.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.