Gula pasir didatangkan dari daerah sentra untuk mencukupi permintaan dan menjaga harga agar tetap stabil.
Pangkalpinang (Antara) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat stok gula pasir di daerah itu bertambah sebanyak 217,30 ton.

"Gula pasir didatangkan dari daerah sentra untuk mencukupi permintaan dan menjaga harga agar tetap stabil," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Pangkalpinang, Eka Subehi, Selasa.

Ia menjelaskan stok awal gula pasir di gudang-gudang distributor sebanyak 175,10 ton, setelah bertambah kemudian disalurkan ke pedagang eceran sebanyak 172,70 ton dan tersisa 219,70 ton.

"Stok gula pasir yang tersisa itu masih cukup untuk memenuhi permintaan warga hingga dua bulan ke depan dan harga bertahan stabil yaitu Rp14.000 per kilogram," ujarnya.

Sementara itu stok awal garam beryodium di gudang-gudang distributor sebanyak 600 ton lalu bertambah 100 ton kemudian disalurkan sebanyak 300 ton sehingga tersisa 400 ton.

Dengan kecukupan persediaan garam itu membuat harga masih bertahan stabil garam beryodium bata dan halus masing-masing Rp2.750 dan Rp6.000 per kilogram, sedangkan permintaan cenderung normal
    
Ia berharap, pelaku usaha terus meningkatkan pasokan untuk menjaga persediaan sehingga dapat mengantisipasi gejolak harga.

"Harga cenderung naik saat permintaan meningkat dan kekurangan stok," ujarnya.


Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026