Saat ini harga cabai kriting naik menjadi Rp60.000 dari sebelumnya Rp45.000 per kilogram.Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok cabai kriting di gudang distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 35 ton atau kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.
"Saat ini harga cabai kriting naik menjadi Rp60.000 dari sebelumnya Rp45.000 per kilogram," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menjelaskan 35 ton cabai merah kriting itu tersebar di gudang distributor H. Awi 20 ton, Suwandi 10 ton dan Suhadi 5 ton, atau mengalami penurunan dibanding stok pekan lalu mencapai 65 ton.
"Saat ini pasokan cabai dari Pulau Jawa dan Sumatera mulai tersendat, karena kondisi cuaca di daerah penghasil cabai itu yang mulai memburuk," katanya.
Ia mengatakan kenaikan harga cabai yang cukup tinggi ini berdampak langsung terhadap permintaan mengalami penurunan, karena kondisi ekonomi masyarakat yang melesu selama musim hujan ini.
"Selama musim hujan ini petani karet, sawit, lada putih dan penambang timah sulit untuk memanen dan menjual hasil perkebunannya, sehingga berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat di pasar yang melemah," ujarnya.
Menurut dia untuk memenuhi kebutuhan cabai kriting masyarakat, pedagang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena hasil pertanian cabai lokal yang kurang.
"Diperkirakan stok dan harga cabai akan terus mengalami kenaikan, jika pasokan cabai dari daerah asal terus berkurang. Untuk itu diharapkan distributor untuk terus meningkatkan pasokan guna menekan kenaikan harga cabai ini," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.