Harga karet tren menguat seperti yang diprediksi. Penguatan harga dipicu produksi yang melemah sebagai dampak musim hujan.Medan (Antara Babel) - Harga ekspor karet SIR 20 di pasar internasional bergerak naik terus atau sudah 1,6 dolar AS per kilogram akibat turunnya produksi di tiga negara penghasil komoditas tersebut menyusul terjadinya musim hujan.
"Harga karet tren menguat seperti yang diprediksi. Penguatan harga dipicu produksi yang melemah sebagai dampak musim hujan," kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah di Medan, Rabu.
Menurut dia, kenaikan harga juga sebelumnya dipicu menguatnya nilai tukar mata uang Yen terhadap dolar AS.
Menguatnya harga di pasar internasional otomatis menaikkan harga bahan baku di dalam negeri.
Harga bahan olah karet (bokar) di Sumut misalnya sudah berkisar Rp7.000 per kg.
"Ada prediksi, harga masih akan naik lagi atau bertahan tinggi karena diperkirakan permintaan semakin banyak untuk kebutuhan pabrikan di akhir tahun 2016 dan awal 2017," kata Edy.
Menurut kebiasaan, ujarnya, pabrikan mulai November hingga awal bulan Desember melakukan peningkatan produksi untuk menyiapkan stok barang di akir tahun berjalan dan awal tahun yang akan datang.
"Pengusaha dan petani berharap agar harga karet naik terus karena harga yang anjlok selama ini sudah sangat mengancam kelangsungan bisnis komoditas itu," katanya.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Ateng Hartono, mengatakan, devisa Sumut dari kelompok karet dan barang dari karet hingga triwulan III 2016 sudah turun 18,85 persen dibandingkan periode sama tahun 2015.
Kalau di tahun 2015, nilai ekspor karet dan barang dari karet Sumut masih bisa 893,423 juta dolar AS, maka di triwulan III 2016 tinggal 725,012 juta dolar AS.
"Penurunan devisa dampak dari menurunnya volume dan harga jual komoditas itu di pasar internasional," katanya.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.