Saat ini harga beras turun menjadi Rp11.000 dari harga sebelumnya Rp11.400 per kilogram.Pangkalpinang (Antara Babel) - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turun karena stok dan pasokan kebutuhan pokok itu dari Pulau Jawa dan Sumatera lancar.
"Saat ini harga beras turun menjadi Rp11.000 dari harga sebelumnya Rp11.400 per kilogram," kata Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel Marhoto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan penurunan harga beras ini karena stok beras yang mencapai 3.160 ton atau cukup hingga tiga bulan ke depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 3.160 ton beras itu tersebar di gudang distributor dengan rincian PT Bina Purnama Bersama 250 ton, Bangka Alam Sejahtera 190 ton, Akon 400 ton, Bulog 1.600 ton.
Stok beras di gudang beras toko Hartono 50 ton, toko Kim Nyuk 30 ton, UD Mayar Jaya Belitung 200 ton, CV AS 60 ton, PT Globus Internusa Belitung 380 ton.
"Diperkirakan harga beras ini akan terus bertahan normal, bahkan cenderung mengalami penurunan ketingkat harga Rp10.500 per kilogram," ujarnya.
Menurut dia, penurunan harga ini berdampak terhadap peningkatan permintaan mengingat daya beli masyarakat yang mulai membaik seiring harga komoditas lada putih dan timah yang bergerak naik.
"Saat ini harga lada putih dan bijih timah mulai naik, sehingga berdampak terhadap kunjungan masyarakat ke pasar untuk membeli berbagai kebutuhan pokoknya," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.