Pangkalpinang (ANTARA) - Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang tengah dibahas di DPR menjadi sebuah topik yang sangat penting dan relevan untuk dibicarakan, terutama dalam konteks dinamika perubahan global dan tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Sejak awal kemerdekaan, TNI telah berperan sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, dalam menghadapi tantangan abad ke-21, kebutuhan akan pembaruan dalam kebijakan dan struktur TNI menjadi sangat mendesak.
Salah satu aspek yang menjadi fokus utama dalam revisi ini adalah penataan ulang fungsi dan peran TNI, agar lebih relevan dengan kebutuhan pertahanan yang berbasis pada perkembangan teknologi, geopolitik global, serta ancaman terorisme dan konflik yang semakin mengglobal.
Pemahaman yang lebih mendalam terhadap tantangan non-tradisional seperti ancaman siber dan perubahan iklim juga harus dimasukkan dalam kerangka strategi pertahanan nasional.
Secara strategis, revisi UU TNI dapat dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat kapasitas operasional TNI dalam menghadapi ancaman baru, sambil tetap menghormati prinsip-prinsip dasar demokrasi dan hak asasi manusia.
Perubahan dalam struktur organisasi TNI, termasuk pembaharuan di bidang pendidikan dan pelatihan, bisa menjadi kunci untuk menciptakan prajurit yang lebih siap dalam menghadapi tantangan yang sangat dinamis.
Selain itu, mempertegas peran TNI dalam membantu tugas-tugas kemanusiaan dan mitigasi bencana alam, yang merupakan salah satu tugas tambahan TNI, akan menambah nilai positif bagi hubungan masyarakat dan TNI itu sendiri.
Namun, penting untuk diingat bahwa setiap revisi undang-undang tidak hanya memerlukan pendekatan dari sisi militer, tetapi juga harus melibatkan berbagai pihak untuk menghindari potensi penyalahgunaan kewenangan.
Revisi UU TNI harus menjamin keseimbangan antara menjaga kekuatan militer yang kuat dan profesional serta menjaga prinsip-prinsip demokrasi yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan supremasi sipil.
Secara keseluruhan, revisi UU TNI harus dipandang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa TNI selalu dapat menjalankan peran strategisnya dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara, sementara tetap menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dan lembaga-lembaga negara lainnya.
Dengan pembaruan yang tepat, TNI tidak hanya akan menjadi kekuatan yang tangguh dalam menjaga NKRI, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan global yang siap berkontribusi dalam perdamaian dan stabilitas dunia.
Revisi Undang-Undang TNI: Perspektif Strategis untuk Keamanan Nasional yang Lebih Optimal
Oleh Arina Nasyita *) Senin, 24 Maret 2025 23:28 WIB
