Tekanan inflasi di bulan November diperkirakan masih akan terkendali seiring dengan masih rendahnya tingkat konsumsi masyarakat.Pangkalpinang (Antara Babel) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkirakan inflasi pada November 2016 tetap terkendali.
"Tekanan inflasi di bulan November diperkirakan masih akan terkendali seiring dengan masih rendahnya tingkat konsumsi masyarakat," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Babel, Bayu Martanto di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menyebutkan, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali melalui penguatan koordinasi antara BI dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Pemerintah kota dan kabupaten yang ada di Babel juga turut andil menekan inflasi daerah. Dibutuhkan semua peran untuk mengontrol inflasi termasuk masyarakat," katanya.
Lebih jauh ia menyampaikan BI bersama pemerintah daerah telah bekerja sama untuk meningkatkan stok bahan pangan antara lain melalui program pengendalian inflasi cabai di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Bangka Tengah.
Selain itu program pengembangan UMKM unggulan nelayan di Kabupaten Belitung juga akan menjadi upaya menekan inflasi.
"TPID juga mengadakan program percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka dan Kabupaten Bangka Barat, serta budidaya hortikultura melalui teknik hidroponik di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang," jelasnya.
Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu dicermati beberapa risiko inflasi diantaranya adalah peningkatan harga rokok sehubungan dengan kenaikan cukai rokok dan risiko gagal panen dari daerah pemasok seiring tingginya curah hujan menjelang akhir tahun.
"Kita akan berupaya agar risiko inflasi ini tidak memberikan andil yang besar sehingga bisa terkendali," katanya.
Ia berharap upaya BI dan pemerintah daerah dalam menekan inflasi berjalan baik dan memberikan efek yang maksimal.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.