Kegiatan "Petakcetar" ini kami gelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang mengambil tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.Muntok (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan sebanyak 5.000 warga setempat mengikuti kegiatan pemeriksaan serentak cegah penyakit tidak menular atau "Petakcetar" di Muntok, 24-25 November.
"Kegiatan 'Petakcetar' ini kami gelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang mengambil tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat," kata Kepala Bidang Bina Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat Yudi Widyansa di Muntok, Kamis.
Ia mengatakan kegiatan "Petakcetar" dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular yang saat ini jumlah penderitanya mengalami tren meningkat.
"Apabila berhasil mengajak 5.000 orang ikut kegiatan itu, kami yakin akan mampu meraih rekor MURI dalam hal pemeriksaan serentak penyakit tidak menular," katanya.
Ia menerangkan kegiatan pemeriksaan serentak akan digelar selama dua hari di Lapangan Gelora Muntok itu sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit tidak menular.
Pemeriksaan serentak tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar rutin melakukan cek kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri.
"Dengan pemantauan rutin masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatan riil diri sendiri dan bisa mengandalikan atau menghindari berbagai penyakit tidak menular dalam diri masing-masing," katanya.
Ia menambahkan, dalam kegiatan itu juga akan diadakan kegiatan bazar kesehatan yang diisi dengan kegiatan donor darah oleh PMI, pelayanan KB, promosi kesehatan, senam massal berhadiah, pemutaran film bertema kesehatan, pameran tanaman obat keluarga (Toga), hiburan rakyat dan lainnya.
"Melalui kegiatan ini kami mengajak masyarakat sadar diri sendiri dan mampu menjaga kesehatan untuk mendukung terwujudnya 'Bangka Barat Hebat 2021'," kata dia.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.