Ejakulasi dini bukan disfungsi ereksi

  • Kamis, 5 September 2013 15:50 WIB
 Ejakulasi dini bukan disfungsi ereksi
Ahli urologi Dr. dr. Nur Rasyid, SpU saat memberi penjelasan mengenai terobosan terbaru pengobatan disfungsi ereksi di Jakarta, Kamis. (FOTO ANTARA/Ida Nurcahyani)
"Yang disebut disfungsi ereksi adalah jika ketidakmampuan ereksi terjadi selama tiga bulan lebih dan terus menerus,"
Jakarta (Antara Babel) - Ejakulasi dini bukan termasuk gangguan disfungsi ereksi, kata ahli urologi dari RS Asri Dr. dr. Nur Rasyid, SpU di Jakarta, Kamis.

"Yang disebut disfungsi ereksi adalah jika ketidakmampuan ereksi terjadi selama tiga bulan lebih dan terus menerus," kata Nur Rasyid di Jakarta, Kamis.

Ejakulasi dini lebih banyak disebabkan oleh faktor psikologis, sementara disfungsi ereksi (DE) disebabkan antara lain oleh penyakit diabetes mellitus, kolesterol tinggi, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, serta gaya hidup tak sehat.

"Bagi yang pertama kali melakukan hubungan seksual biasanya mengalami ejakulasi dini, itu biasa, dan pasangannya sebaiknya tidak malah mencemooh karena dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasangannya," katanya.

Dokter menyarankan agar pria menjalankan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan dan rajin berolah raga.

"Olah raga dapat memperbaiki hormon yang dapat mempengaruhi kualitas ereksi seseorang," katanya.


Pewarta: Pewarta: Ida Nurcahyani
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026



Berita Terkait