Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya meningkatkan kemampuan literasi keuangan para aparatur sipil negara dan perangkat desa agar mampu mengelola keuangan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

"Edukasi dan literasi keuangan ini penting dilakukan agar para ASN dan perangkat desa mampu membangun ekosistem pemerintahan yang cerdas secara finansial, mandiri dalam pengelolaan keuangan, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang, khususnya di era digital yang penuh dinamika ini," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Selasa.

Menurut dia, tantangan pengelolaan keuangan daerah, khususnya di tingkat desa semakin kompleks, untuk itu dibutuhkan pemahaman menyeluruh agar para petugas pengelola keuangan paham dan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai aturan yang ada.

"Pada kegiatan ini kami mendatangkan beberapa narasumber kompeten, yaitu dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBEK Pangkalpinang, Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Bangka Belitung, dan Phillip Sekuritas," katanya.

Menurut dia, kegiatan itu memiliki arti penting dan strategis dalam upaya menyiapkan individu-individu yang mumpuni dalam pengelolaan keuangan, maka dari itu literasi keuangan tidak hanya menjadi bekal secara individu, namun juga menjadi pondasi bagi tata kelola pemerintahan yang baik.

Melalui pemahaman yang tepat terhadap manajemen keuangan, instrumen investasi dan risiko keuangan diharapkan para ASN dan Perangkat desa mampu mengelola sumber daya dengan lebih akuntabel, transparan dan profesional.

Pemkab Bangka Barat memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kapasitas aparatur, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun sikap kerja. Untuk itu pihaknya menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi kepada Bursa Efek Indonesia, dan Phillip Sekuritas Indonesia atas inisiatif kolaborasi menyelenggarakan program literasi dan edukasi keuangan.

"Edukasi dan Literasi keuangan adalah bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam rangka meningkatkan inklusi keuangan masyarakat dan ASN," katanya.

Selain itu, menyebarluaskan pemahaman ini kepada masyarakat luas juga penting dilakukan agar lebih banyak warga desa yang sadar akan pentingnya perencanaan keuangan, menabung dan berinvestasi secara cerdas dan legal di instrumen pasar modal.

Dengan literasi yang baik diharapkan juga dapat melindungi masyarakat dari potensi penipuan keuangan, investasi bodong, dan skema ilegal yang seringkali menyasar ke wilayah yang masih minim pemahaman finansial.

Menurut dia, kegiatan seperti ini tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, namun juga memberikan dampak jangka panjang bagi keamanan dan kemandirian ekonomi desa.

"Kami percaya peningkatan kapasitas ASN dan perangkat desa dalam bidang keuangan akan memperkuat peran desa sebagai pilar utama pembangunan daerah. Desa Bukan lagi sebagai objek pembangunan namun subjek aktif dalam merancang, mengelola dan mengembangkan sumber daya ekonomi lokal secara berkelanjutan," katanya.

Dengan kapasitas yang memadai, desa akan mampu menjalin kerja sama yang setara dengan pihak swasta, lembaga keuangan dan institusi pendidikan dalam rangka memajukan potensi ekonomi wilayahnya.

Literasi keuangan yang terintegrasi dengan kebijakan dan tata kelola yang baik akan memperkuat posisi tawar desa dalam kerja sama pembangunan ekonomi lokal

"Kegiatan ini merupakan peluang bagi seluruh peserta untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan membangun jejaring agar bisa menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan desa dan mendorong pengembangan unit usaha yang berkelanjutan melalui Badan Usaha Milik Desa atau bentuk usaha lainnya.

"Semoga kolaborasi ini menjadi langkah awal dari sinergisitas yang lebih luas dalam mewujudkan Bangka Barat yang cerdas, mandiri dan sejahtera," katanya.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026