Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Mutu Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan sertifikasi budidaya perikanan, guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk perikanan di pasar global.
"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia pelaku usaha dalam membudidayakan perikanan air tawar, payau dan laut," kata Kepala Badan Mutu KKP Kepulauan Babel Dedy Arief Henriyanto di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, sertifikasi budidaya ikan air tawar, payau dan laut yang diinisiasi Badan Mutu KKP Kepulauan Bangka Belitung ini tidak hanya untuk meningkatkan daya saing produk perikanan tetapi juga menjamin mutu, keamanan usaha perikanan berkelanjutan di Negeri Serumpun Sebalai itu.
"Dalam kegiatan itu, kita juga memberikan sertifikat budidaya ikan yang baik kepada pelaku usaha di Bangka Tengah," katanya.
Ia menyatakan, dalam menjamin mutu dan keamanan budidaya ikan ini, Badan Mutu KKP juga melakukan audit untuk memastikan mutu perikanan dari hulu hingga hilir.
"Kita menjamin mutu perikanan ini dari hulu hingga hilir, sehingga ikan yang dijaring, dipancing ataupun ditangkap sampai ke meja makan itu dijamin keamanan dan mutunya," katanya.
Menurut dia, kegiatan sertifikasi dan audit perikanan ini untuk mendorong pelaku usaha budidaya perikanan dalam meningkatkan produksi bermutu guna memenuhi permintaan pasar domestik dan luar negeri yang tinggi.
"Ekspor perikanan Provinsi Kepulauan Babel selama Mei tahun ini mencapai 1,26 ton senilai Rp47,5 miliar ke empat negara tujuan seperti Malaysia, Australia, Vietnam dan Singapura atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 1,03 ton dengan nilai Rp42,8 miliar dengan tujuan ekspor ke tiga negara yaitu Malaysia, Vietnam dan Singapura," katanya.
