Makassar (ANTARA) - SAR gabungan dibagi menjadi sembilan tim Search and Rescue Unit (SRU) pada hari keempat operasi SAR dengan menyisir lokasi utama jatuhnya pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Hari ini tim SAR gabungan kembali menyisir area-area yang sebelumnya telah ditemukan barang milik korban dan serpihan pesawat. Penyisiran dilakukan secara bertahap dan terukur menyesuaikan rencana operasi," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar di Makassar, Selasa.

Pembagian 9 SRU ini, lanjutnya, difokuskan pencarian pada sektor yang telah terpetakan berdasarkan koordinat temuan korban, barang milik korban, serta bagian badan pesawat usai kecelakaan di gunung setempat.

Selain itu tim juga menyisir lokasi kejadian di kawasan tebing curam Gunung Bulusaraung dengan perkiraan kedalaman ratusan meter dari atas puncak.

"SRU 1 hingga SRU 5 melaksanakan penyisiran di beberapa terapan yang menjadi titik temuan awal. lokasi korban pertama, serpihan dan jendela pesawat, mesin pertama dan tangga kursi," katanya

"Selanjutnya, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun," tuturnya selaku Koordinator SMC (SAR Mission Coordinator)

Untuk SRU 6 melaksanakan pengecekan lanjutan terhadap lokasi ekor pesawat yang berada di kedalaman sekitar 200 meter. Untuk proses evakuasi, SRU 7 melaksanakan pemindahan korban menuju area persawahan Kampung Baru, dengan pengamanan jalur evakuasi oleh SRU 8.

Dari sektor udara, SRU 9 melaksanakan penyisiran menggunakan unsur helikopter dari Lanud Hasanuddin menuju kawasan Pegunungan Bulu Saraung untuk menyisir seluruh sektor pencarian dan memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat.

"Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel," ucap Arif.

Operasi SAR tersebut melibatkan unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta potensi SAR lainnya. Untuk perkembangan selanjutnya, kata Arif, akan disampaikan secara berkala.

Sebelumnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, Sulsel, saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat ini ditumpangi 10 orang, tujuh orang kru pesawat, dan tiga penumpang POB (Persons on Board) yang merupakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) atas nama Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.

Sedangkan kru pesawat tujuh orang yakni pilot Captain Andi Dahananto, Co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat yakni Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Tim telah menemukan sejumlah serpihan pesawat serta dua jenazah korban, namun belum terindetifikasi identitasnya.



Pewarta: M Darwin Fatir
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026