Belitung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan menjadikan pelabuhan Tanjungpandan sebagai pelabuhan heritage dan pariwisata maritim, karena aktivitas logistik atau bongkar muat akan dipindahkan seluruhnya ke pelabuhan Tanjung Batu.

‎"Pelabuhan Tanjungpandan akan dikembangkan sebagai pelabuhan heritage dan pariwisata maritim," kata Bupati Belitung, Djoni Alamsyah di Tanjungpandan, Senin.

‎Menurutnya, pelabuhan Tanjungpandan nantinya akan mengikuti model revitalisasi Pelabuhan Sunda Kelapa.

‎"Fokus pengembangannya adalah sebagai pusat aktivitas pariwisata maritim, budaya, dan kapal wisata, sekaligus ruang terbuka publik berbasis sejarah maritim lokal," ujarnya.

‎Ia mengatakan, pengembangan pelabuhan Tanjungpandan nantinya akan meliputi penataan kawasan pelabuhan dengan desain arsitektur heritage.

‎"Kemudian nanti ada fasilitas dermaga kapal wisata, pelayaran tradisional, serta konektivitas dengan pelabuhan pariwisata lain seperti Kepulauan ‎Seribu dan Sunda Kelapa," katanya.

‎Tidak hanya itu, nantinya di pelabuhan Tanjungpandan juga akan dikembangkan kawasan UMKM, kuliner laut, galeri budaya, dan museum maritim.

‎"Menjadi bagian dari jalur pelayaran wisata yang mengangkat identitas maritim Belitung secara nasional dan internasional," ujarnya.

‎Dikatakan, aktivitas logistik bongkar muat nantinya akan dipindahkan dari pelabuhan Tanjungpandan menuju pelabuhan Tanjung Batu.

‎Menurutnya, dengan pembagian fungsi yang jelas dan saling melengkapi ini maka pelabuhan Tanjung Batu akan menopang ekonomi dari sisi logistik dan ‎perdagangan.

​​​​​‎Sedangkan, pelabuhan Tanjungpandan  mengangkat potensi pariwisata dan budaya maritim.

‎"Keduanya terintegrasi dalam rencana konektivitas kawasan yang didukung ‎oleh Pelindo sebagai mitra strategis BUP, dengan skema investasi non APBD. Strategi ini memungkinkan Belitung menjadi bagian penting dari kawasan maritim barat yang kompetitif, efisien, dan berkarakter," katanya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026