Sungailiat (ANTARA) - Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat volume ikan hasil tangkapan nelayan di daerah itu mencapai 10.724,05 ton dengan nilai ditaksir mencapai lebih dari dua miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, Alvis Hartari di Sungailiat, Senin, mengatakan volume ikan hasil tangkapan nelayan sebanyak 10.724,05 ton tersebut tercatat dari bulan Januari sampai akhir Juni 2025.
"Puluhan ribu ton ikan hasil tangkapan itu berdasarkan data kumulatif di sejumlah sentra pendaratan kapal nelayan," jelas dia.
Ia mengatakan, ikan hasil tangkapan nelayan yang tercatat didominasi beberapa ikan jenis tembang, selar, kembung, tenggiri, cumi, dan jenis ikan lain atau jenis ikan Demersal seperti ikan kerapu, kakap, dan ikan Kwe.
"Biasanya nelayan akan memisahkan ikan sesuai dengan jenis dan kualitas, untuk kualitas ikan lokal di lelang atau dijual di pasar tradisional, sementara ikan kualitas ekspor akan dijual di perusahaan penampungan," kata dia.
Menurut dia, produksi ikan tangkapan nelayan lebih dipengaruhi oleh kondisi cuaca di zona penangkapan, pada saat gelombang pasang yang biasanya disertai angin kencang produksi ikan berpotensi menurun.
"Nelayan Kabupaten Bangka menggunakan kapal penangkapan dengan berbagai kapasitas termasuk alat tangkap ikan seperti, pancing, jaring gillnet, bubu dan jenis alat tangkap lain yang disahkan," ujarnya.
Alvis Hartari mengimbau nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan di laut supaya memperhatikan kondisi di perairan, hindari melaut jika kondisi gelombang dengan pasang atau saat penangkapan upayakan saling berdekatan dengan nelayan yang lain.
