Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mengerahkan tim khusus untuk mengawasi beras oplosan di pasar dan gudang distributor, untuk mencegah peredaran beras yang merugikan masyarakat di daerah ini.

"Tim ini untuk mengoptimalkan pengawasan peredaran beras oplosan di daerah ini," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel Tarmin AB, di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan pengerahan tim gabungan pengawasan peredaran beras oplosan ini sebagai gerak cepat Pemprov Babel untuk mengantisipasi adanya peredaran dan penjualan beras oplosan di pasar-pasar tradisional, modern dan gudang distributor di daerah ini.

"Apabila ditemukan beras oplosan ini, maka kami akan menindak tegas dengan menyerahkan temuan ini ke kepolisian, karena sudah merupakan tindakan pidana," ujarnya.

Dia menyatakan hingga saat ini tim belum menemukan maupun menerima laporan masyarakat terkait beras oplosan ini.

"Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada temuan beras oplosan yang ditemukan di pedagang eceran maupun distributor," katanya pula.

Ia berharap masyarakat lebih jeli untuk membeli beras ini dengan memperhatikan kondisi dan kualitas beras tersebut. Jangan sampai membeli beras kualitas premium dioplos dengan medium dengan harga beras premium.

"Ini harus kita antisipasi, jangan sampai masyarakat dirugikan oleh ulah oknum-oknum pedagang mengoplos beras untuk mendapatkan keuntungan besar," katanya lagi.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026