Toboali, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meluncurkan program pemberian gizi seimbang disertai pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar, guna mencegah stunting dan mendeteksi dini potensi penyakit pada anak usia sekolah.

"Program ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah, dan aktivitas fisik agar terbentuk kebiasaan hidup sehat pada remaja," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Hefi Nuranda saat kegiatan di SMP Negeri 2 Toboali, Senin.

Ia mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menekan masalah gizi dan meningkatkan kepatuhan siswa dalam mengonsumsi tablet tambah darah.

"Kegiatan ini juga memastikan anak-anak sekolah mulai dari SD hingga SMA dalam kondisi sehat dan tidak mengalami stunting," ujarnya.

Menurut Hefi, program gizi seimbang akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjamin pemenuhan gizi, kesehatan, serta pencegahan stunting pada anak usia sekolah.

Selain edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan meliputi pengecekan sel darah merah atau hemoglobin (HB) terutama bagi pelajar perempuan, serta pemeriksaan gula darah.

"Kami melihat tren konsumsi minuman kemasan yang berisiko meningkatkan kadar gula darah pada anak. Melalui kegiatan ini pemerintah daerah berupaya mengantisipasi hal tersebut," kata Hefi menambahkan.

Menurut dia, intervensi gizi di sekolah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif. Program ini juga didukung lintas sektor agar dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan.

Pemkab Bangka Selatan menargetkan seluruh sekolah di wilayah itu dapat mengintegrasikan edukasi gizi seimbang ke dalam kegiatan belajar mengajar sehingga para siswa terbiasa menerapkan pola hidup sehat sejak dini.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026