Belitung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil menyelenggarakan sebanyak 17 kali kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah itu sepanjang Agustus.

‎"Sepanjang Agustus kami berhasil menyelenggarakan sebanyak 17 kali kegiatan GPM," kata Kepala DKPP Belitung, Destika Efenly di Tanjungpandan, Selasa.

‎Menurut dia, pelaksanaan GPM bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau khususnya beras.

‎"GPM merupakan bentuk intervensi pasar untuk menstabilkan kenaikan harga pangan dan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat," ujarnya.

‎Ia mengatakan, harga pangan dan kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan GPM lebih murah dibandingkan tingkat pasar.

‎"Kami dalam beberapa kesempatan selalu menggabungkan kegiatan Pasar Tani dengan GPM sehingga ini sangat membantu petani dalam memasarkan produk hasil pertanian mereka dan juga meningkatkan pendapatan mereka," katanya.

‎Selain itu, lanjut Destika, kegiatan GPM juga bertujuan untuk mengontrol inflasi daerah, biasanya GPM dilaksanakan pada momentum kondisi dan situasi rawan terjadinya inflasi.

‎"Kami sudah memetakan waktu-waktu rawan terjadinya inflasi maka kegiatan GPM kami gencarkan sebagai kontrol agar kondisi inflasi tidak terlalu tinggi," ujarnya.

‎Sedangkan tujuan kegiatan GPM lainnya, kata Destika, adalah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat produsen dan distributor.

‎"Kemudian GPM ini juga bertujuan meningkatkan keterjangkauan pangan kebutuhan pokok masyarakat," katanya.

‎Disampaikan, kegiatan GPM yang berlangsung selama ini melibatkan para distributor, gabungan kelompok tani, peternak, dan Perum Bulog Cabang Belitung.

‎"Tentunya yang paling banyak dicari masyarakat selama kegiatan GPM adalah beras SPHP Perum Bulog," ujarnya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026