Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Bupati Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Markus menemui para dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sejiran Setason guna membahas berbagai permasalahan dan kemajuan rumah sakit itu.
"Pertemuan dengan para spesialis ini selain bersilaturahim juga menyampaikan beberapa aspirasi terkait persoalan yang dihadapi selama menjalankan tugas di rumah sakit daerah itu," kata Markus di Mentok, Jumat.
Menurut para dokter, kata dia, ada beberapa permasalahan yang harus segera mendapatkan perhatian agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit itu, antara lain masih adanya kekurangan sarana dan prasarana penunjang kerja serta hak pendapatan para dokter spesialis.
Ketua Komite Medik RSUD Sejiran Setason dr. Mamorarika, Sp.OG menyampaikan apresiasi kepada bupati yang telah meluangkan waktu dan membuka ruang dialog dengan para dokter spesialis.
Ia menyatakan memahami betul kondisi keuangan yang sulit di Bangka Barat saat ini hingga berujung penyesuaian TPP PNS.
"Kita paham kondisi saat ini, hanya kami minta ke depan kalau memungkinkan, jasa pelayanan para medis tolong pembayarannya dipercepat, kalau bisa satu atau dua bulan sudah dibayarkan," katanya.
Dokter Spesialis Konservasi Gigi drg. Martariwansyah, Sp.KG yang sehari sebelumnya diberitakan mundur sebagai ASN Bangka Barat di salah satu media daring, justru tidak menyinggung perihal pengunduran dirinya sebagai ASN saat bertemu bupati. Bahkan dia mengaku bisa menjadi seperti saat ini tidak terlepas dari peran serta Pemkab Bangka Barat.
Lebih lanjut dia menyampaikan perihal masih adanya kekurangan sarana dan prasarana penunjang yang mencakup peralatan yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk rencana penyesuaian TPP.
Menanggapi masukan dari para dokter spesialis itu, Bupati Markus mengatakan tahun ini terpaksa mengambil kebijakan tidak populer dengan melakukan penyesuaian TPP PNS agar bisa keluar dari persoalan utang tahun lalu yang besarnya sekitar Rp50 miliar.
"Dengan kondisi utang tahun lalu sebesar itu, siapapun bupati pasti akan menyesuaikan TPP karena tidak ada cara lain, dan saya harus sampaikan sepanjang berdirinya Bangka Barat hingga saat ini, baru ada kejadian seperti ini. Saya pribadi tidak tega mengurangi TPP, namun ini sangat terpaksa," kata Markus.
Ia mengatakan sampai saat ini masih memikirkan formula pengurangan terbaik agar tidak memberatkan para pegawai.
Sementara terkait insentif jasa pelayanan bagi para dokter, menurut dia akan segera diproses jika peraturan direktur terkait hal tersebut sudah diputuskan.
Terkait masih adanya kekurangan sarana dan prasarana penunjang praktik spesialis, bupati meminta manajemen BLUD memikirkan hal tersebut, juga termasuk ketersediaan obat yang sering kosong.
"Obat-obat perlu dilengkapi, kasihan masyarakat kurang mampu kalau harus beli obat di luar, sementara terkait fasilitas kesehatan saya minta RSUD harus ada yang bisa dibanggakan, misalnya terbaik di bagian pelayanan gigi atau pelayanan lainnya," katanya.
Ia meminta para spesialis tidak sungkan menyampaikan berbagai kendala di lapangan yang berkaitan dengan pelayanan di RSUD Sejiran Setason.
"Kalau ada masalah, sampaikan, kami terbuka, kita harus komunikasi, jangan ada jarak dan mari kita bersama-sama memperbaiki RSUD kita," katanya.
Bupati Bangka Barat temui dokter spesialis bahas kemajuan RSUD
Jumat, 12 September 2025 17:45 WIB
