Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadikan kirab 1.000 telur dan "nganggung 1.000 dulang" sebagai ikon budaya di Batu Belubang yang dikenal dengan desa wisata.
"Ini merupakan ikon budaya dan bagian dari identitas daerah," kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda saat menghadiri acara kirab budaya 1.000 telur dan dulang di Desa Batu Belubang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Minggu.
Efrianda meminta kegiatan tersebut dikemas dengan lebih kreatif dan inovatif namun tidak menghilangkan nilai kearifan lokal, agar memilki daya tarik dan menjadi media promosi pariwisata.
"Jika dikemas dengan baik dan menarik, tentu ini menjadi atraksi wisata tahunan yang menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara," ujarnya.
Kepala Desa Batu Belubang Ahirman menyampaikan tradisi tersebut mencerminkan kebersamaan masyarakat dan telah menjadi agenda tahunan desa.
“Harapan kami ke depan bersama masyarakat akan terus berusaha menjaga dan meningkatkan kelestarian kegiatan ini,” ujarnya.
Kirab 1000 Telur dan Kirab Nganggung telah menjadi salah satu ikon budaya Desa Wisata Batu Belubang sekaligus atraksi wisata yang diharapkan mampu mendukung promosi pariwisata daerah.
Acara diawali dengan arak-arakan telur hias berwarna-warni yang dibawa menggunakan kerito surong (kereta dorong) oleh lembaga adat Melayu dan masyarakat di sepanjang jalan utama desa. Tradisi tersebut menjadi daya tarik bagi warga maupun wisatawan yang hadir.
Selain kirab, panitia juga menyelenggarakan sejumlah lomba budaya lokal, antara lain betet (ketapel), ngeremis, tartil Al Quran, khataman, dan lomba hias telur. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi yang diwariskan turun-temurun.
