Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2025 secara year on year (y-on-y) naik 3,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 0,13 persen.
"Program MBG ini berdampak positif terhadap lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minum," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Babel tahun ini juga dipicu lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum y-on-y tumbuh 13,77 persen, selanjutnya lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 13,23 persen dan lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 13,09 persen.
"Pada triwulan III tahun ini sudah ada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kepulauan Babel untuk menyalurkan makanan
bergizi kepada penerima manfaat baik peserta didik maupun non peserta didik," katanya.
Selanjutnya pada lapangan usaha jasa perusahaan tumbuh signifikan didorong oleh meningkatnya aktivitas agen/biro perjalanan khususnya yang terkait perjalanan umroh. Demikian juga dengan lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh signifikan secara y-on-y.
"Di era digital seperti saat ini, kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi semakin meningkat. Selain itu menjelang pilkada ulang pada beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong kenaikan pendapatan jasa penerbitan dari iklan calon kepala daerah," katanya.
Ia menambahkan struktur PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2025 didominasi oleh lima lapangan usaha utama yakni industri pengolahan 20,91 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 20,20 persen.
Selanjutnya perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil, sepeda motor 15,31 persen, konstruksi 8,65 persen serta pertambangan dan penggalian sebesar 8,28 persen.
"Perekonomian Kepulauan Babel triwulan III-2025 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp29,07 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp15,71 triliun," katanya.
