Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencanangkan orang tua asuh bagi 1.100 Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kota Pangkalpinang, guna menekan angka kasus stunting di daerah itu.
"Alhamdulillah, ini adalah komitmen bersama untuk mengentaskan anak stunting di daerah ini," kata Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Babel Fazar Supriadi Sentosa di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan orang tua asuh bagi KRS dari jajaran Pemkot Pangkalpinang, PLN, PT Timah, dan instansi terkait lainnya, tentunya sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan stunting, guna meningkatkan tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.
"Kami berharap gerakan ini dapat menekan angka stunting di Kota Pangkalpinang di bawah target nasional, bahkan menuju kondisi zero stunting di ibukota provinsi ini," katanya.
Ia menyatakan kolaborasi yang kuat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi, kota, kecamatan, kelurahan, dan perusahaan BUMN, swasta, serta masyarakat dapat menjadikan Kota Pangkalpinang sebagai contoh percepatan penurunan stunting di Kepulauan Babel ini.
"Kami mendorong kabupaten lainnya mencontoh Kota Pangkalpinang dalam menekan angka kasus stunting ini," katanya.
Ia menambahkan data kasus dan risiko stunting nasional terbaru, angka anak stunting masih berada di kisaran 19,8 persen atau 4,4 juta anak lahir dengan risiko stunting.
Sementara itu angka kasus atau risiko di Provinsi Kepulauan Babel pada 2024 sebesar 20,1 persen dan Kota Pangkalpinang tercatat 17,3 persen atau turun 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya 20,1 persen.
"Saat ini gerakan tua asuh ini dilakukan secara lintas sektor, lintas level pemerintahan provinsi, kabupaten, kota, dunia usaha, dan masyarakat, untuk menekan stunting ini," katanya.
