Belitung (ANTARA) - ‎Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana mengikuti ritual adat "mulangkan runut" dan "tolak bala" di Belitung guna harmonisasi kepemimpinannya bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

‎"Adat istiadat memang harus dibudayakan," katanya usai mengikuti ritual adat di rumah panggung Melayu Belitung, Sabtu.

‎Dirinya mempercayai setiap petuah adat dan istiadat akan membawa suatu hikmah dan makna.

‎Ia menjelaskan, pada saat mencalonkan diri menjadi calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lalu dirinya juga mengikuti ritual adat "betare" (pamitan) kepada para tokoh-tokoh adat setempat.

‎"Kami juga sebelumnya belum tahu ada namanya tradisi "mulangkan runut", jadi apa yang kami ikuti tadi adalah sebagai tanda terimakasih kami telah terpilih sebagai Wakil Gubernur Bangka Belitung," ujarnya.

‎Selain itu, lanjut dia, ritual adat tersebut juga dilaksanakan untuk menolak "balak" atau bahaya demi keselamatan dirinya selama menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

‎"Jadi saya rasa ritual ini sangat pas sekali, begitu kami ingin mencalonkan diri kami pamitan kepada para tokoh adat masa sudah terpilih kami melupakan," katanya.

Hellyana juga berharap melalui ritual adat ini hubungan kepemimpinannya dengan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani kembali normal dan harmonis.

‎"Sesuai dengan keinginan masyarakat agar roda pemerintahan berjalan baik dan hubungan kembali harmonis," ujarnya.

‎Ia menjelaskan, selain itu, ritual adat ini sekaligus menjadi dukungan moral bagi dirinya yang saat ini tengah menghadapi persidangan soal kasus tagihan hotel sebesar Rp22 juta.

‎"Ada dua hal persoalan hukum yang sedang saya hadapi saat ini jadi kami mintakan doa juga tadi agar saya dijauhi dari bahaya demi marwah dan martabat juga sebetulnya," kata dia.



Pewarta: Apriliansyah
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026