Pangkalpinang (ANTARA) - Melati, S.H., resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa bakti 2023–2028. Pelantikan digelar di Rosman Djohan Institute (RDI), Pangkalpinang, Sabtu (27/12/2025).
Pelantikan Pengurus YJI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2023–2028 ditandai dengan penyematan pin YJI dan penyerahan bendera pataka. Prosesi tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal YJI Rezka Oktoberia, S.H., S.M., M.H., yang mewakili Ketua Umum YJI Annisa Pohan Yudhoyono, yang hadir secara virtual.
Usai dilantik, Melati juga mengukuhkan 46 pengurus YJI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi hingga tingkat daerah.
Dalam sambutannya, Melati menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam upaya pencegahan penyakit jantung di masyarakat.
“Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian. Karena itu, YJI hadir tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga lewat gerakan nyata yang mudah, murah, dan bisa diikuti semua lapisan masyarakat,” ujar Melati.
Ia menyebutkan sejumlah program utama YJI, seperti Senam Kesegaran Jantung Sehat (KJS), Hip Heart, dan Lompat Tali Jantung Sehat, sebagai instrumen perubahan perilaku hidup sehat.
“Program ini bukan sekadar olahraga, tetapi gerakan membangun kebiasaan hidup aktif, dari anak-anak hingga lanjut usia. Ini yang akan terus kami dorong di Bangka Belitung,” katanya.
Melati yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar gerakan kesehatan jantung dapat menjangkau lebih luas.
“Kami ingin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan media. Gerakan jantung sehat tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum YJI Annisa Pohan Yudhoyono dalam sambutan virtualnya menyoroti hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan peningkatan kasus penyakit jantung pada kelompok usia muda.
“Penyakit jantung kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga usia produktif 25–34 tahun, bahkan 15–24 tahun. Ini menjadi alarm penting bagi kita semua,” kata Annisa.
Ia menegaskan bahwa YJI terus mendorong edukasi kesehatan jantung sejak dini melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk program kreatif seperti Heart at School dan penguatan Klub Jantung Sehat di berbagai daerah.
Dengan pelantikan pengurus baru ini, YJI Kepulauan Bangka Belitung diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi dan aktivitas pencegahan penyakit jantung, sekaligus membangun kesadaran hidup sehat secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026