Pangkalpinang (ANTARA) - PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyerahkan bantuan mesin kapal tempel berkapasitas 15 PK kepada nelayan tradisional, guna mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir di daerah itu.
"Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan dan perekonomian keluarga nelayan ini," kata General Manajer PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam A. Yoga Suryadarma saat menyerahkan bantuan di Kantor Camat Pangkalbalam, Rabu.
Ia mengatakan bantuan empat unit mesin kapal tempel berkapasitas 15 PK ini merupakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam Kota Pangkalpinang dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir khususnya nelayan tradisional di lingkungan operasional perusahaan.
"Program ini rutin dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nelayan tradisional di daerah ini," ujarnya.
Ia berharap dengan adanya bantuan mesin kapal tempel ini dapat mengatasi kesulitan para nelayan tradisional untuk bisa melaut lebih jauh dalam meningkatkan hasil tangkapan ikannya.
Selain itu, dengan adanya bantuan mesin tempel ini juga dapat memodernisasi alat tangkap ikan nelayan tradisional di Kecamatan Pangkalbalam yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan.
"Kita memahami perkembangan masyarakat, di mana selama ini nelayan agak terkendala dalam meningkatkan hasil tangkapan ikannya karena alat tangkap ikan yang masih kurang memadai," ujarnya.
Camat Pangkalbalam Purnamawan mengapresiasi Pelindo Pangkalbalam yang terus membantu pemerintah kecamatan dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
"Selama ini para nelayan penerima bantuan ini hanya menggunakan mesin kapal tempel berukuran kecil dan tidak bisa melaut lebih jauh lagi ke tengah laut, sehingga hasil tangkapan ikan yang diperoleh tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya," katanya.
Ia mengatakan Kecamatan Pangkalbalam terdiri lima kelurahan dengan jumlah penduduk 20 ribu jiwa dan 40 persen dari total penduduk berprofesi sebagai nelayan tradisional.
"Pelindo tidak hanya membantu peralatan tangkap ikan nelayan, tetapi juga membantu UMKM, pengentasan stunting dan bantuan sosial lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga masyarakat kurang mampu di daerah ini," katanya.
