Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat operasi penangkapannya, sebuah pernyataan yang memicu sorotan internasional dan memperdalam ketegangan terkait tindakan AS di negara Amerika Latin itu.
“Itu bisa saja terjadi,” kata Trump kepada wartawan, Sabtu, menjawab pertanyaan apakah opsi mematikan dipertimbangkan dalam operasi tersebut.
Trump menambahkan bahwa Maduro berupaya melarikan diri ke tempat yang dianggap aman selama operasi AS berlangsung, namun gagal melakukannya.
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media, Caine mengatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menurut AS telah didakwa, akhirnya menyerah dan ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan militer AS.
Operasi itu, kata Caine, dijalankan dengan “profesionalisme dan presisi” tanpa menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: China kecam keras aksi kekerasan AS terhadap Venezuela
Baca juga: Kepala Pentagon sebut AS kini kendalikan masa depan Venezuela
Baca juga: MA Venezuela minta Wapres Rodriguez jadi presiden sementara
Pewarta: KatrianaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026