Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melibatkan peran swasta, BUMN dan BUMD di daerah itu guna membantu menangani angka pengangguran yang mencapai angka 8.683 orang.
Wakil Bupati Bangka Syahbudin di Sungailiat, Senin, mengatakan peran swasta, BUMN maupun BUMD cukup penting membantu menangani angka pengangguran yang mencapai 8.683 orang.
"Angka itu terbilang tinggi dibanding dengan angka pra sejahtera sebanyak 4,217 ribu jiwa dari jumlah penduduk lebih dari 300 ribu jiwa," katanya.
Ia mengakui, jika permasalahan pengangguran tidak segera diselesaikan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan dan mengancam gangguan keamanan atau kriminalitas.
"Perhatian serius dari legislatif dan eksekutif tidak dapat dipisahkan untuk menangani permasalahan pengangguran di daerah," kata Wabup.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakerperindag Bangka Insyira Subagia mengatakan, untuk mengatasi angka pengangguran pihaknya melakukan terobosan dengan mengembangkan inovasi kolaborasi.
"Inovasi kolaborasi dengan melibatkan puluhan perusahaan swasta digagas untuk menjawab peluang kerja bagi pencari kerja," katanya.
Dalam program inovasi ini kata dia, pencari kerja mendapat memperoleh pelatihan-pelatihan sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.
"Keterampilan ini dibutuhkan karena diketahui banyak perusahaan swasta yang kesulitan mendapatkan sumber daya manusia terampil siap kerja terutama di bidang-bidang teknis," jelas dia.
Sementara kata dia, tekanan masyarakat agar perusahaan menerima tenaga kerja lokal sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan yang sesuai standar industri.
"Pendekatan baru yang lebih terarah dan berkelanjutan dinilai perlu dilakukan sebab beberapa program pemerintah sebelumnya seperti bantuan sosial dan job fair masih belum berjalan efektif," jelasnya.
Pewarta: KasmonoEditor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026