"Pasokan sapi kurban bisa dua kali dalam seminggu dengan jumlah 500 ekor sapi dan 400 ekor kambing jika dibanding pasokan sebelumnya hanya 200 ekor per dua minggu,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok sapi kurban di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencukupi karena pasokan daerah sentra peternakan di Pulau Jawa dan Sumatera lancar.


Pengusaha sapi potong asal Madura, Herman di Pangkalpinang, Minggu, mengatakan, menjelang Idul Adha pasokan sapi kurban asal Madura dan Lombok sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan sebelumnya.


"Pasokan sapi kurban bisa dua kali dalam seminggu dengan jumlah 500 ekor sapi dan 400 ekor kambing jika dibanding pasokan sebelumnya hanya 200 ekor per dua minggu," ujarnya.


Ia mengatakan, persediaan sapi potong untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat Pangkalpinang pada Idul Adha mencukupi karena saat ini persediaan sapi mencapai 700 ekor dan pada minggu depan pengusaha sapi akan kembali mendapatkan pasokan dari Madura.


"Kami menambah pasokan sapi-sapi kurban pada saat perairan di Laut Jawa dan Babel aman untuk pelayaran kapal, karena diperkirakan pada pertengahan Oktober sampai Desember cuaca di perairan Babel akan memburuk yang akan menghambat pasokan," ujarnya.


Selain itu, kata dia, penambahan pasokan juga dimaksudkan untuk mengantisipasi permintaan warga yang akan melakukan ibadah kurban yang diperkirakan akan terus mengalami peningkatan.


"Diperkirakan permintaan sapi kurban akan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga H-1 Idul Adha," ujarnya.


Jaka, pengusaha sapi Madura lainnya mengatakan, mendekati Lebaran Idul Adha banyak para pengusaha yang mendatangkan sapi dalam jumlah besar untuk dipersiapkan untuk memenuhi permintaan daging dan sapi kurban.


"Namun untuk mendapatkan sapi yang gemuk tentu dibutuhkan pakan yang mencukupi agar berat dan kesehatan sapi tetap terjaga," ujarnya.


Ia mengatakan, untuk mengantisipasi agar ternak sapi tidak terlalu kekurangan pakan, para pengusaha memberikan pakan konsentrat yang terdiri atas dedak gandum, tepung tulang, bungkil kelapa dan minyak nabati, namun biayanya cukup tinggi.


"Apabila berat sapi berkurang dan kurus akan berdampak langsung terhadap harga dan pedagang akan mengalami kerugian yang cukup besar," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026