Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan empat hal penting dalam taklimat kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.
Sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Kamis, kegiatan itu dihadiri sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
Hal pertama yang disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimat tersebut adalah menegaskan posisi strategis kalangan akademisi baik unsur pimpinan perguruan tinggi serta mahasiswanya sebagai kekuatan intelektual bangsa yang berperan penting dalam menjawab tantangan pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, Presiden berharap perguruan tinggi dapat menjadi lokomotif penguasaan sains dan teknologi guna memperkuat kemandirian bangsa di tengah dinamika dan pergeseran geopolitik global.
Ketiga, Kepala Negara menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi, baik dari aspek sumber daya dosen, sarana dan prasarana, maupun keberlanjutan pembiayaan operasional.
Terakhir, pemerintah berkomitmen mendorong kemajuan perguruan tinggi nasional agar semakin berkualitas dan berdaya saing, tanpa membebani masyarakat dan mahasiswa.
Ini adalah pertemuan ketiga Presiden Prabowo dengan rektor seluruh Indonesia dalam satu tahun terakhir, dua kali di Istana Kepresidenan Jakarta dan satu kali di Sabuga, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat.
Pertemuan ini menegaskan komitmen dan besarnya harapan Presiden Prabowo agar pendidikan tinggi dapat berkontribusi lebih nyata dalam pembangunan bangsa dan negara.
Presiden Prabowo memberikan taklimat kepada sekitar 1.200 guru besar, dekan, dan rektor bidang sosial humaniora dari berbagai perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pagi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pertemuan Presiden Prabowo dengan para guru besar hari ini menjadi salah satu bentuk atensi Presiden kepada sektor pendidikan.
"Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintah untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan Beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan," kata Prasetyo.
