Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk telah mengucurkan bantuan permodalan sebesar Rp7 miliar kepada 117 UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, guna mengembangkan UMKM di wilayah operasional perusahaan itu.
"PT Timah Tbk selama 2025 telah menyalurkan Rp7 miliar untuk dukung pengembangan 117 UMKM," kata Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan PT Timah Tbk melalui Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) selama 2025 telah menyalurkan dana pembiayaan untuk mendukung permodalan bagi pelaku UMKM Rp7 miliar kepada 117 UMKM, bagian upaya perusahaan mendorong penguatan ekonomi masyarakat serta menciptakan UMKM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
"Dukungan modal tersebut dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, pengembangan usaha, hingga memperluas jaringan pemasaran," ujarnya.
Ia menyatakan program PUMK PT Timah Tbk ini dirancang tidak hanya sebagai dukungan permodalan, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan bagi UMKM agar mampu tumbuh secara profesional dan berkelanjutan.
"Tidak hanya mendukung permodalan, program PUMK ini juga membina para pelaku UMKM mitra binaan dengan memberikan berbagai pelatihan dan mendukung promosi serta pemasaran produk," katanya.
Menurut dia UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal dan penopang perekonomian nasional. Oleh karena itu, perusahaan secara konsisten menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Selain itu, PT Timah Tbk juga mendukung pengembangan UMKM dengan memberikan bantuan alat produksi guna menunjang produktivitas UMKM sehingga bisa lebih optimal agar bisa meningkatkan omzet, serta membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar
"Program PUMK PT Timah Tbk telah berlangsung sejak tahun 2000 dan masih terus berlanjut hingga saat ini. Hal ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang melalui pemberdayaan UMKM," ujar Anggi.
