Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintesifkan pemantauan stok dan harga pangan, guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang puasa Ramadhan 2026.
"Saat ini harga berbagai kebutuhan masyarakat masih relatif stabil," kata Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Yiyi Zilada di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan dalam mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang puasa ramadhan tahun ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang lebih mengintensifkan pemantauan stok dan harga pangan di pasar-pasar moderen, tradisional, gudang distributor dan pedagang eceran lainnya.
"Pemantauan ini penting untuk memastikan harga kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging, cabai, bawang dan kebutuhan lainnya tidak melonjak tinggi yang akan memberatkan ekonomi masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan," katanya.
Ia menyatakan berdasarkan pemantauan harga sembako hari ini hanya beberapa kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan seperti bawang putih, daging ayam dan ikan, sementara harga kebutuhan pokok masyarakat relatif stabil.
Harga bawang putih hanya naik Rp500 per kilogram dari Rp35.000 menjadi Rp35.500 per kilogram, harga ikan juga naik karena hasil tangkapan ikan nelayan berkurang akibat cuaca buruk.
Sementara itu, harga daging ayam naik menjadi Rp38.000 dari Rp36.500 per kilogram, karena meningkatnya permintaan masyarakat dalam memperingati Isra Mi'raj dengan menggelar berbagai acara keagamaan.
"Berdasarkan trend-trend tahun sebelumnya, harga pangan masyarakat yang cenderung mengalami kenaikan menjelang puasa ramadhan ini diantara cabai, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, karena menjelang puasa ini masyarakat selalu menggelar berbagai tradisi keagamaan menyambut bulan suci Ramadhan ini," katanya.
Pangkalpinang intensifkan pantau harga pangan jelang Ramadhan
Kamis, 22 Januari 2026 22:32 WIB
