Sungailiat (ANTARA) - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bangka Belitung membekali literasi kecerdasan buatan (AI) kepada 45 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bangka.

Koordinator Wilayah Mafindo Bangka Belitung, Suryani Manaf di Sungailiat, Jumat, mengatakan, pembekalan ini cukup penting untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai urgensi dan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam dunia pendidikan sejak usia dini.

"Pesatnya perkembangan teknologi AI dinilai telah mencapai titik yang tidak dapat dibendung. Oleh karena itu, para pendidik di level PAUD dipandang sebagai garda terdepan yang paling krusial dalam memperkenalkan ekosistem digital yang sehat kepada anak-anak," jelas dia.

Ia mengatakan kegiatan pembekalan literasi kecerdasan buatan (AI) melibatkan organisasi Bunda PAUD Bangka. Adaptasi adalah satu-satunya jalan menghadapi gempuran teknologi karena perkembangan AI tidak bisa dihentikan. 

Hanya saja, kata Suryani, yang perlu dilakukan adalah bagaimana beradaptasi dan memanfaatkannya secara cerdas, terutama dalam dunia pendidikan agar teknologi menjadi kawan, bukan ancaman.

Mafindo dan Bunda PAUD Bangka berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan aman. Dengan guru yang melek teknologi, diharapkan generasi emas di Kabupaten Bangka mampu tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan bijak dalam merespons perkembangan zaman. 

Sementara Bunda PAUD Kabupaten Bangka, Dini Herlina mengatakan,  guru PAUD memiliki tanggung jawab besar karena mereka adalah pendamping pertama anak dalam mengenal dunia luar, termasuk layar digital.

"Guru PAUD harus dibekali ilmu agar mampu mengarahkan anak-anak dengan lebih baik. Pendampingan dari guru PAUD sangat menentukan arah tumbuh kembang anak di era digital ini. Sinergi ini adalah langkah nyata membekali mereka dengan literasi yang memadai," jelas dia.

Kepala Sekolah UPTD TK Negeri Pembina Bakam. Ia mengakui bahwa selama ini penggunaan AI di kalangan guru masih terbatas pada platform populer seperti ChatGPT atau Canva. Namun, melalui program ini, para guru menyadari potensi AI yang lebih luas.

"Kami menyadari ternyata AI tidak hanya untuk desain atau teks, tapi bisa digunakan secara kreatif untuk membuat lagu anak, video pembelajaran, hingga media edukatif lainnya yang relevan dengan usia anak. Ini sangat membuka wawasan kami," kata Ririn.



Pewarta: Kasmono
Editor : Joko Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2026