Sungailiat (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melestarikan budaya perayaan Imlek sebagai agenda tahunan untuk menarik wisatawan masuk ke daerah itu.
"Kami melestarikan budaya tahun baru Imlek yang merupakan warisan leluhur etnis Tionghoa dan salah satu destinasi religi untuk menarik wisatawan sekaligus sebagai sarana hiburan masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Rismy Wira Maddona di Sungailiat, Kamis.
Ia mengatakan, perayaan tahun baru Imlek tahun 2577 Kongzili / 2026 Masehi, menjadi kegiatan yang ke lima kali Pengurus Kelenteng Kwen Tie Miao Pasar Sungailiat.
"Perayaan tahun baru Imlek, merupakan warisan leluhur etnis Tionghoa yang berharga dan perlu untuk dijaga," kata Rismy.
Menurut dia, perayaan tahun baru Imlek kali ini dijadwalkan pada tanggal 12 hingga 16 Februari 2026. Dalam perayaan itu akan di buka bazar UMKM, atraksi barongsai, lomba menyanyi lagu Mandarin, pemilihan busana Cici dan Koko, foto bertema Imlek, fashion show batik bertemakan Imlek, dan lomba menghias lampion.
Rismy mengatakan, pihaknya berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan Kabupaten Bangka, karena sektor ini dinilai mampu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.
"Kita memiliki banyak objek wisata mulai dari objek wisata pantai, budaya, objek wisata religi, kuliner dan jenis objek wisata lain yang menarik untuk dikunjungi wisatawan," kata Rismy Wira Maddona.
Seperti tahun sebelumnya, Rismy optimis perayaan tahun baru Imlek tahun ini di pusatkan di tengah kota Sungailiat akan meriah dan banyak dikunjungi masyarakat.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026