Belitung (ANTARA) - Bupati Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat mengajak ASN di daerah itu meningkatkan integritas dan menjunjung tinggi profesionalitas guna menghindari perilaku korupsi.

‎"Korupsi itu bukan sekadar melanggar aturan hukum, tapi itu adalah pengkhianatan kepercayaan yang sudah rakyat berikan," katanya saat memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Gedung Serba Guna (GSG) Ishak Zainudin, Jumat.

‎Ia mengatakan, penyalahgunaan wewenang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

‎Menurutnya, kejujuran merupakan harga mati dalam menjalankan birokrasi.

‎Djoni Alamsyah Hidayat mengutip pesan Proklamator Bangsa Indonesia Mohammad Hatta bahwa kurang cerdas masih bisa diperbaiki, namun ketidakjujuran adalah hal yang tidak dapat ditoleransi.

‎"Kurang cerdas itu masih bisa diperbaiki masih bisa di-servis masih bisa di-treatment, tapi kurang jujur, tidak jujur itu tidak bisa ditoleransi," ujarnya.

‎Dalam arahannya, bupati juga menekankan tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memainkan anggaran atau menjalankan aturan secara tidak etis.

‎Pengawasan ketat, kata dia, akan diberlakukan tanpa pengecualian terhadap seluruh jajaran ASN maupun pemangku kepentingan terkait.

‎"Saya tidak akan memberikan ruang bagi penyalahgunaan wewenang, pemain anggaran, dan aturan-aturan yang tidak etis," katanya.

‎Dia menyampaikan, negara akan memberikan perlindungan penuh bagi ASN  yang bekerja secara jujur dan lurus.

‎Namun sebaliknya, lanjut dia, jabatan tidak akan pernah dibiarkan menjadi tameng hukum bagi mereka yang terbukti melakukan praktik korupsi.

‎Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pemerintah hadir bekerja dan berpihak sepenuhnya pada kepentingan publik, bukan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

‎"Mari kita buktikan bahwa pemerintah ini hadir bekerja dan berpihak bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk masa depan Belitung," ujarnya.



Pewarta: Apriliansyah
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026