Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meminta maaf karena telah menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar di AS, menyusul skandal hubungan Mandelson dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang memicu desakan politik dan mosi tidak percaya.
Starmer menunjuk Mandelson sebagai duta besar pada Februari 2025. Namun, pada September tahun yang sama, Mandelson diberhentikan setelah hubungan tersebut mencuat. Pada 1 Februari, Mandelson juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh.
Menurut sang perdana menteri, para korban Epstein sudah terlalu lama menunggu keadilan.
"Saya minta maaf karena percaya dengan kebohongan Mandelson dan menunjuknya," kata Starmer dalam konferensi pers, Kamis (5/2).
Ia juga meminta maaf kepada para korban karena harus menyaksikan kasus tersebut dibuka lagi ke ruang publik, serta mengakui kegagalan pemerintah untuk meminta pertanggungjawaban.
Sejumlah partai oposisi telah menyerukan mosi tidak percaya terhadap Starmer terkait skandal yang melibatkan Mandelson.
Pada 30 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rampungnya publikasi dokumen kasus Epstein. Dengan pengungkapan terbaru itu, total berkas yang dirilis kini melampaui 3,5 juta dokumen.
Dokumen tersebut mencatat bahwa Mandelson menerima dana sebesar 75.000 dolar AS (sekitar Rp1,2 miliar) dari Epstein pada 20032004.
Pada 2008, Mandelson meyakinkan Epstein yang terjerat kasus prostitusi anak di bawah umur dengan mengatakan bahwa "teman-temanmu terus bersamamu dan menyayangimu," menurut laporan tabloid The Sun pada September 2025.
Sebelum Epstein divonis 18 bulan penjara lewat kesepakatan pengurangan hukuman (plea bargain), Mandelson mendesaknya untuk "berjuang" agar dibebaskan lebih cepat, sebut laporan itu.
Dalam sejumlah surat, Mandelson juga disebut mengungkapkan kemarahannya atas persidangan Epstein di AS dan meminta Epstein untuk menyikapinya secara "filosofis."
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: Nabil IhsanEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026