Jakarta (ANTARA) - Basarnas memperkuat jejaring relawan atau potensi SAR dari seluruh Indonesia melalui jambore nasional yang digelar di kawasan Pantai Indah Kapuk II, Tangerang, Banten, Sabtu, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-54 Basarnas.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii saat ditemui selepas pembukaan kegiatan tersebut mengatakan bahwa ada lebih dari 400 orang perwakilan potensi SAR terlibat aktif dalam jambore nasional itu, mereka mayoritas adalah relawan SAR terlatih dari berbagai daerah yang selama ini menjadi mitra strategis dalam operasi SAR.
"Keberadaan potensi SAR dari unsur masyarakat, organisasi, hingga komunitas menjadi kekuatan penting dalam mendukung tugas Basarnas di lapangan, terutama di wilayah yang belum terjangkau kantor operasional," kata dia.
Jambore yang digelar pada 13-16 Februari tersebut diisi dengan forum diskusi yang mengangkat isu kerawaanan bencana alam maupun non-alam, seperti kecelakaan transportasi, strategi teknis operasi SAR, serta pertukaran pengetahuan terkait teknologi SAR terbaru.
Syafii menambahkan akan digelar pertandingan ekshibisi mensimulasikan langsung bagaimana pertolongan pertama dilakukan dan teknik evakuasi korban tenggelam, jatuh dari tebing atau dalam kondisi membahayakan lainnya di perairan juga daratan.
"Aktivitas kami itu semua unpredictable. Tidak dapat kita prediksi, dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dapat menimpa siapa saja. Yang pasti, saat masyarakat membutuhkan, kita (personel Basarnas) harus siap, para relawan atau potensi SAR pun juga. Pesan saya, manfaatkan momentum jambore ini sebaik-baiknya. Belajarlah, berbagi lah pengalaman, bangun persahabatan, dan tanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur," ujarnya.
Basarnas menilai penguatan jejaring relawan menjadi langkah strategis dalam mempercepat respons awal sebelum unsur utama dari lembaga negara itu tiba di lokasi kejadian.
Syafii menjelaskan bahwa secara kompetensi dan pelaksanaan operasi mandiri, seluruh personel Basarnas sudah mampu menjalankan tugas pencarian dan pertolongan, termasuk dalam operasi di luar negeri.
Namun demikian, pihaknya mengakui bahwa ketika dihadapkan pada skala bencana besar yang melibatkan wilayah luas secara bersamaan, kapasitas sumber daya manusia dan perlengkapan yang ada dinilai perlu diperkuat agar sebanding dengan kebutuhan respons.
Keterlambatan umumnya disebabkan jarak jangkauan wilayah kerja yang luas, dimana satu kantor Basarnas dapat mencakup hingga 33 kabupaten, sehingga waktu tempuh menuju lokasi terjauh menjadi tantangan tersendiri.
Jumlah kantor operasional Basarnas yang saat ini baru berjumlah 45 unit tidak sebanding untuk mengkover seluruh wilayah Indonesia, yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau, dengan lebih dari 5 ribu pulau berpenghuni.
Dia menambahkan bahwa hasil penelitian kalangan ahli tentang ancaman gempa bumi skala besar dari 13 zona megathrust yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Samudra Hindia barat Sumatera-Samudra Hindia selatan Jawa turut menjadi perhatian Basarnas.
Jadi, dengan keterbatasan yang ada dan kondisi kerawanan yang dihadapi itu, lanjutnya, Basarnas sangat mengapresiasi atas peran para mitra yang terlibat aktif memberikan komitmennya demi memaksimalkan respons penanganan operasi SAR.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026