Program dua pelajar satu polisi ini lebih difokuskan pada pengawasan dan pengamanan terhadap pelajar di sejumlah lembaga pendidikan,Koba (Antara Babel) - Kepolisian Resor Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjalankan program dua pelajar satu polisi untuk menekan kasus narkoba yang rentan terjadi di kalangan generasi muda.
"Program dua pelajar satu polisi ini lebih difokuskan pada pengawasan dan pengamanan terhadap pelajar di sejumlah lembaga pendidikan," kata Wakapolres Bangka Tengah, Kompol Sigit Eliyanto di Koba, Kamis.
Ia menilai program tersebut lebih efektif untuk antisipasi dini terhadap masuknya jaringan narkoba di kalangan pelajar.
"Kalangan pelajar sangat rentan terlibat narkoba, maka harus diselamatkan dengan menjalankan program dua pelajar satu polisi atau satu polisi mengawasi dua pelajar," jelasnya.
Ia mengatakan, dalam menekan angka kasus narkoba pihaknya lebih mengedepankan upaya pendekatan secara persuasif dengan menyosialisasikan bahaya narkoba tersebut.
"Di Bangka Tengah sejak Januari hingga Maret kami sudah mengungkap sebanyak enam kasus narkoba dan menangkap sebanyak delapan orang tersangka," katanya.
Ia mengatakan, angka pengungkapan kasus narkoba tersebut tergolong tinggi dan pelakunya rata-rata generasi muda di daerah ini.
"Kondisi ini tentu cukup mengkhawatirkan bahwa daerah ini darurat narkoba, maka harus dilakukan langkah yang tepat dan cepat untuk mencegahnya," ujarnya.
Pewarta: AhmadiEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.