"Masih sekitar 250 hektare yang belum terselesaikan, namun kami yakin hingga akhir Oktober 2013 bisa rampung seluruhnya dan bisa mulai ditanam,"Muntok (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyebutkan perluasan sawah di daerah itu sesuai target atau sudah mencapai sekitar 75 persen dari 1.000 hektare yang direncanakan.
"Masih sekitar 250 hektare yang belum terselesaikan, namun kami yakin hingga akhir Oktober 2013 bisa rampung seluruhnya dan bisa mulai ditanam," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Suhadi di Muntok, Rabu.
Ia menjelaskan, sekitar 25 persen atau 250 hektare yang lahan yang belum selesai itu berada di empat lokasi yaitu di Tuik, Beruas, Ibul dan Bukit Terak dengan sebaran luas yang berbeda.
Menurut dia, yang menjadi kendala belum selesainya program perluasan lahan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara itu karena beberapa waktu lalu di lokasi tersebut tergenang air.
"Beberapa waktu lalu lokasi yang akan dibuka untuk sawah di Desa Ibul, volume airnya tinggi dan menggenangi lokasi yang akan digarap," kata dia.
Ia menambahkan, di Desa Ibuk yang rencana awalnya akan dibuka seluas 100 hektare, namun hingga saat ini baru bisa dibuka sekitar 75 hektare, sementara yang 25 hektare masih menunggu hingga air surut.
Untuk tiga lokasi lain, yaitu Berus, Tuik dan Bukit Terak, kata dia, ada sedikit kendala yang dihadapi yaitu keterlambatan dana masuk ke rekening kelompok beberapa waktu lalu.
"Namun kendala itu, saat ini sudah teratasi dan petani sudah mulai membuka lahannya, kami perkirakan akhir bulan ini semuanya selesai," kata dia.
Pada 2013, pemerintah merencanakan pembukaan lahan sawah baru seluas 1.000 hektare di 14 lokasi di Kabupaten Bangka Barat dengan menggunakan suntikan anggaran dari pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan produksi beras.
Sebanyak 14 lokasi di Bangka Barat itu meliputi Desa Tuik 100 hektare, Beruas 50 hektare, Pangkalberas 50 hektare, Buyan Kelumbi 100 hektare, Bukit Terak 50 hektare, Pebuar 130 hektare, Ibul 100 hektare, Jebus 100 hektare, Tanjung Punai 30 hektare, Airnyatoh 50 hektare, Peradong 100 hektare, Belit 50 Hektare, Ganjang 50 hektare, Tugang 50 Hektare dan Kelapa 30 hektare.
Menurut dia, seluruh lahan yang dibuka untuk areal sawah itu tidak bermasalah karena seluruhnya masuk dalam kawasan areal penggunaan lain (APL) dan kawasan hutan produksi (HP).
"Kami yakin dengan adanya perluasan sawah ini akan mampu meningkatkan produksi beras lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan beras dari daerah lain yang saat ini mencapai sekitar 90 persen dari kebutuhan beras masyarakat Bangka Barat," kata Suhadi.
Pewarta: pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.