Tahun ini kami akan menambah kapasitas pembangkit di delapan pulau kecil yakni Pulau Selat Nasik, Pulau Seliu, Pulau Pongok, Pulau Celagen, Pulau Nangka, Pulau Gersik, Pulau Buku Limau dan Pulau Sumedang,
Pangkalpinang (Antara Babel) - PT PLN Wilayah Bangka Belitung mulai membangun kelistrikan di pulau-pulau kecil dan terluar guna meningkatkan keandalan pasokan dan kapasitas pembangkit yang ada di pulau-pulau kecil di wilayah itu.

General Manager PLN Wilayah Bangka Belitung, Susiana Mutia melalui siaran pers yang diterima di Pangkalpinang, Jumat, mengatakan saat ini pulau-pulau terluar di Provinsi Bangka Belitung dialiri listrik antara pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

"Tahun ini kami akan menambah kapasitas pembangkit di delapan pulau kecil yakni Pulau Selat Nasik, Pulau Seliu, Pulau Pongok, Pulau Celagen, Pulau Nangka, Pulau Gersik, Pulau Buku Limau dan Pulau Sumedang," ujarnya.

Upaya peningkatan keandalan tersebut diawali dengan melakukan "ground breaking" pembangunan PLTD di Desa Pulau Sumedang, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Susiana mengatakan, pulau terluar di dekat Pulau Bangka antara lain Pulau Nangka akan dilakukan penambahan mesin kapasitas 2x100 kW, Pulau Celagen yang sebelumnya berkapasitas 125 kWp akan mendapatkan tambahan sebesar 3x100 kW, Pulau Gresik mendapat tambahan 4x100 kW  dari sebelumnya 40 kWp, Pulau Pongok yang sebelumnya 125 kW ditambah menjadi 5x200 kW.

Sementara untuk pulau terluar yang berdekatan dengan Pulau Belitung antara lain Pulau Selat Nasik yang kapasitas sebelumnya 1,1 MW akan ditambah mesin dengan kapasitas 6x200 kW, Pulau Seliu akan ditambah 3x100 kW yang sebelumnya 260 kW, Pulau Buku Limau akan ditambah menjadi 4x100 kW dari sebelumnya hanya 68 kW, serta Pulau Sumedang juga akan mendapat tambahan sebesar 3x100 kW yang saat ini hanya berkapasitas 120 kW.

"Total pulau terluar yang akan ditingkatkan kapasitas dan keandalan pasokan listriknya sebanyak delapan pulau. Selain itu PLN juga akan meningkatkan kapasitas pembangkit untuk daerah-daerah non kepulauan untuk menyokong kapasitas sistem utama kelistrikan Babel, antara lain di daerah Belinyu, Merawang, dan Toboali, sehingga secara keseluruhan kapasitas daya pembangkit yang akan ditambahkan sebesar 22,1 MW," ujarnya.

Pewarta: Try Mustika Hardi
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026