Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid meminta masyarakat untuk selektif dalam memanfaatkan teknologi, khususnya dalam mendukung kegiatan produktif di lingkungan pesantren dan sektor pertanian.
"Tidak semua teknologi harus diadopsi secara menyeluruh, tetapi perlu mempertimbangkan manfaat serta potensi dampak yang ditimbulkan," kata dia dalam keterangan yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu.
Hal itu Menteri Meutya katakan dalam Forum Diskusi Digitalisasi Koperasi untuk Kesejahteraan Petani dan Perkuatan Ketahanan Pangan Nasional di Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Ia menambahkan, penerapan teknologi di lingkungan pesantren, khususnya untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan, perlu dilakukan secara terukur dan tepat guna.
Selain itu, Meutya juga menyoroti pentingnya perlindungan anak di ruang digital.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
“Saat ini pemerintah melarang anak di bawah usia 16 tahun untuk mengakses media sosial,” kata Meutya.
Ia mengajak para pelajar, khususnya siswa sekolah menengah kejuruan, untuk turut berperan sebagai agen literasi digital dengan memberikan edukasi kepada lingkungan sekitarnya.
Menurut Meutya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan dampak negatif teknologi, sekaligus memastikan generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara sehat dan produktif.
“Diharapkan para pelajar dapat menjadi duta yang mengingatkan adik-adiknya untuk menjauhi media sosial sebelum usia 16 tahun, serta membatasi penggunaan gim,” ujarnya.
Pewarta: Adimas Raditya Fahky PUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.