Belitung (ANTARA) - Ali Hasmara resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Belitung masa bakti 2026-2029, dengan membawa visi penguatan kompetensi wartawan serta kemandirian ekonomi organisasi.
Dalam keterangannya usai dilantik, Ali Hasmara mengungkapkan prioritas utamanya dalam waktu dekat adalah pengadaan kantor sekretariat yang representatif.
Ia berharap adanya dukungan dari Pemkab Belitung dalam pemanfaatan aset daerah yang kosong sebagai pusat aktivitas organisasi.
"Rencana saya dalam waktu dekat kami akan fokus untuk kantor PWI Belitung, berharap agar ada dukungan dari Pemda melalui aset yang kosong agar dapat dimanfaatkan sebagai kantor," katanya di Tanjungpandan, Senin.
Selain infrastruktur, Ali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral.
PWI Belitung berkomitmen memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Kejaksaan, hingga dunia usaha termasuk mitra strategis seperti PT Timah untuk mendukung pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.
Ia juga menyoroti aspek kesejahteraan anggota yang akan didorong melalui peningkatan kapasitas dan pembentukan koperasi PWI Belitung.
"Ke depan kami ingin menghadirkan perubahan nyata melalui peningkatan kompetensi melalui uji kompetensi, pelatihan digital, hingga pembentukan unit usaha dan koperasi PWI sebagai langkah menuju kesejahteraan anggota," ujarnya.
Ali meyakini bahwa pers yang kuat bukanlah pers yang berdiri sendiri, melainkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak demi kepentingan masyarakat serta menjadi organisasi yang berintegritas dan adaptif.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Fathurrahman, yang hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan apresiasi atas terpilihnya Ali Hasmara.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga marwah PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia.
"Kami berharap PWI Kabupaten Belitung bisa bekerja sama dengan seluruh jajaran Forkopimda. Penting bagi pengurus baru untuk menjaga marwah organisasi dan menjalankan tugas secara profesional," kata Fathurrahman.
Fathurrahman juga menitikberatkan pada aspek pendidikan jurnalistik sebagai fondasi utama profesionalisme wartawan.
Menurutnya, wartawan yang berkompeten tidak hanya memenuhi kebutuhan perusahaan media saja, tetapi juga memberikan rasa aman bagi narasumber.
"Pendidikan wartawan adalah hal paling penting untuk menunjang profesionalisme. Hal ini bukan hanya kebutuhan wartawan, namun juga untuk memberikan rasa percaya dan aman kepada narasumber di lingkungan kerja kita," katanya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026