Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) berharap Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Tahun 2026 di Yogyakarta menghasilkan pemikiran pemikiran besar untuk bangsa Indonesia.
"Selamat ber-Rakernas, semoga bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran besar buat bangsa ini, pemikiran-pemikiran besar buat ANTARA," kata Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra Samal dalam arahannya pada pembukaan Rakernas ANTARA di Yogyakarta, Rabu sore.
Rakernas Perum LKBN ANTARA yang digelar di Yogyakarta dari 3-5 Juni 2026 dan dihadiri para kepala biro seluruh Indonesia tersebut mengambil tema "Mengokohkan Peran Strategis ANTARA dalam Ekosistem Informasi Negara dan Transformasi Bisnis Media Digital".
"Dengan pemikiran pemikiran yang besar tersebut sehingga ke depan nantinya ANTARA benar-benar bisa menjadi kebanggaan itu sebagaimana cita-cita pada saat ANTARA itu dibuat menjadi Perum," katanya.
Hambra mengatakan yang tidak kalah penting bagi ANTARA terutama sumber daya manusia (SDM)-nya adalah rasa percaya diri sebagai bagian dari lembaga pemerintah negara yang harus menguasai berita di Republik ini.
"Dan kami yakin ANTARA bisa melakukan itu," katanya.
Guna mendukung perkembangan LKBN ANTARA, dia mengatakan BP BUMN mendukung kantor berita negara tersebut melalui program-program yang besar.
"Pimpinan BP BUMN itu sudah menyampaikan bahwa siapkan program anda apa yang bisa didukung BUMN, akan didukung nanti oleh BUMN. Kalau pimpinan kita sudah menyampaikan seperti itu, dan itu tidak terjadi, salah sendiri," katanya.
Oleh karena itu, dia mendorong LKBN ANTARA membuat program-program besar, disamping program-program yang mungkin hari ini sudah jalan, untuk kemudian disampaikan ke BP BUMN.
"Jadi ada program yang memang sudah bisa kita jalan seperti yang selama ini kita lakukan, ada program yang sudah 'out of the box'. Itu sudah harus teman-teman lakukan," katanya.
Dia juga mengatakan SDM merupakan investasi bagi perkembangan ANTARA yang menurutnya sesuatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar.
"Karena ANTARA termasuk salah satu BUMN yang modal utama itu SDM, sama seperti BUMN-BUMN lain, yang modal utama adalah SDM," katanya.
Menurut dia, jika SDM ANTARA tidak berkembang, maka kantor berita tersebut juga tidak bisa berbuat banyak. ANTARA mau besar atau tidak, tergantung pada SDM-SDM-nya itu bermain pada level mana.
"Itu tolong diidentifikasi dan tolong itu diperjuangkan. Apa yang bisa kita support nanti disampaikan ke kami, kami support sepenuhnya," katanya.
Pewarta: Hery SidikUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026