Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan Masyarakat Peduli Api (MPA) guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

"Kami lebih mengutamakan pencegahan dalam mengantisipasi karhutla tahun ini," kata Plt Kepala DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amransyah Muslimin di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra telah membentuk tujuh regu Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mencegah dan melakukan pemadaman dini karhutla di daerah rawan di Kepulauan Bangka Belitung.

"Antisipasi karhutla tahun ini difokuskan pada pencegahan kebakaran sejak awal, mendeteksi lebih cepat, dan menindak tegas pelanggaran, agar kerusakan hutan dan lingkungan serta gangguan kesehatan dapat diminimalkan," ujarnya.

Meskipun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bukan termasuk provinsi yang rawan terjadi karhutla, kata dia, namun Kepulauan Babel tetap harus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi preventif, kesiapsiagaan, respons cepat dan kolaborasi para pihak.

"Kita menjadikan MPA sebagai garda terdepan di tingkat desa untuk mengantisipasi karhutla selama musim kemarau ekstrem ini," katanya.

Kepala BMKG Kepulauan Babel Eko Sulistyo Nugroho memperkirakan musim kemarau di Kepulauan Babel dimulai Juni hingga September 2026 atau lebih panjang dan kering karena curah hujan rendah dampak fenomena alam El Nino Godzilla.

"Wilayah prioritas kekeringan terkonsentrasi di Bangka Barat bagian barat, Bangka Selatan, Belitung bagian barat, dan Belitung Timur bagian timur karena diperkirakan menerima curah hujan lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya selama puncak musim kemarau tahun ini," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026