Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan Coaching Penguatan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Hukum sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Babel tersebut diikuti oleh Plh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Rahmat Feri Pontoh, yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, N.A. Triandini Oscar, bersama jajaran pengelola kepegawaian serta pegawai terkait.
Turut mengikuti kegiatan tersebut Analis SDM Aparatur Muda Akbar Aidul Poetra, M. Ari Anugerah, dan Intan Permatasari, Arsiparis Pertama Asep Anggawijaya, Penelaah Teknis Kebijakan Homsiah dan Iswandi, serta Penata Kelola Pemerintahan Andri Prabowo.
Coaching ini menjadi sarana penguatan pemahaman terhadap arah kebijakan Manajemen ASN, khususnya dalam pengembangan kompetensi, manajemen talenta, transformasi jabatan fungsional dan jabatan pelaksana, disiplin pegawai, hingga penguatan budaya kerja ASN di lingkungan Kementerian Hukum.
Dalam arahannya, Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Sunu Tedy Maranto, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas ASN harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan organisasi. Setiap pegawai diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, beradaptasi terhadap perubahan, serta memberikan kontribusi optimal dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Salah satu materi strategis yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah penerapan Manajemen Talenta ASN sebagai bagian dari sistem merit dalam pengembangan karier pegawai. Pengelolaan talenta dilakukan dengan memperhatikan kinerja, kompetensi, potensi, rekam jejak, kualifikasi, integritas, serta moralitas pegawai.
Melalui pemetaan talenta menggunakan Talent Management Box (9-Box Matrix), organisasi dapat menentukan arah pengembangan kompetensi, rencana suksesi, retensi, serta penempatan pegawai sesuai kebutuhan organisasi. Implementasi tersebut juga didukung dengan pemanfaatan sistem informasi kepegawaian yang terintegrasi dengan SIMPEG dan SI ASN BKN.
Selain itu, kegiatan juga membahas transformasi pengelolaan Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pelaksana (JP) sesuai regulasi terbaru, termasuk mekanisme kerja kolaboratif, pengembangan karier berbasis kinerja, konversi angka kredit, serta penerapan pengembangan kompetensi melalui metode 70:20:10.
Materi lainnya menekankan pentingnya penguatan disiplin pegawai dengan memperkuat peran atasan langsung dalam melakukan pengawasan melekat, penanganan dugaan pelanggaran disiplin, serta pemanfaatan aplikasi pendukung seperti I'DIS dan SIASN guna menciptakan tata kelola kepegawaian yang transparan dan akuntabel.
Plh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Rahmat Feri Pontoh, mengatakan ASN di lingkungan Kanwil Kemenkum Babel harus terus meningkatkan kompetensi, menjaga disiplin, serta mengimplementasikan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.
“Dengan pengelolaan ASN yang baik, organisasi akan semakin kuat dalam memberikan pelayanan hukum yang berkualitas kepada masyarakat,” kata Rahmat.
Sementara Itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, menyampaikan bahwa penguatan manajemen ASN merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang berkinerja tinggi dan mampu menjawab tantangan birokrasi modern.
“ASN merupakan aset strategis organisasi. Karena itu, pengelolaan ASN harus dilakukan secara profesional, berbasis kompetensi, kinerja, dan sistem merit agar setiap pegawai dapat berkembang sesuai potensi serta memberikan kontribusi terbaik bagi Kementerian Hukum,” ujar Johan.
Menurut Johan, penerapan Manajemen Talenta ASN akan memberikan arah yang lebih jelas dalam pengembangan karier pegawai sekaligus memastikan penempatan sumber daya manusia sesuai kebutuhan organisasi.
“Kita harus membangun budaya kerja yang mendorong setiap pegawai untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berinovasi. Pengembangan karier bukan hanya tentang jabatan, tetapi bagaimana setiap individu mampu memberikan dampak dan nilai tambah bagi organisasi,” jelasnya.
Johan juga menekankan pentingnya implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman perilaku dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Melalui kegiatan Coaching Penguatan Manajemen ASN ini, Kanwil Kemenkum Babel berkomitmen mendukung transformasi pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih modern, profesional, dan berbasis kinerja dalam rangka mewujudkan birokrasi Kementerian Hukum yang semakin efektif, berintegritas, dan melayani.
Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.