Tangerang (ANTARA) - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia kembali menerbitkan NOTAM terkait pembukaan operasional penerbangan di lima bandara setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Minggu (6/9).
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulis di Tangerang, Selasa mengatakan dari ke lima bandara yang menyusul dibuka pada hari ini antara lain Bandara Radin Inten II, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe dan Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.
"Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan," katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan NOTAM B1159/26, Bandar Udara Radin Inten II (WILL) bersetatus AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS, berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.
Kemudian, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) NOTAM C1136/26, berlaku mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS. Bandar Udara Budiarto (WIRR) NOTAM C1131/26, berlaku mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS.
"Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP) NOTAM C1133/26, berlaku mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS. Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) NOTAM C1138/26, berlaku mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS, jelasnya.
Dalam hal ini, penerbitan NOTAM tersebut mengacu pada perubahan kondisi sebaran abu yang berdampak terhadap operasional penerbangan, sehingga berdasarkan evaluasi keselamatan dan informasi aeronautika terbaru, sejumlah bandar udara dapat kembali beroperasi.
"Selain itu, perkembangan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari pemantauan, antara lain dengan memerhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala di lokasi bandara-bandara terdampak, yang menunjukkan hasil negatif," paparnya.
AirNav Indonesia juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
"Pemantauan dan pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.