Teheran (ANTARA) - Parlemen Iran mengungkap bahwa Amerika Serikat tidak hanya memberlakukan blokade perdagangan, tetapi juga blokade penerbangan terhadap Iran.
"Para pemimpin Gedung Putih harus tahu bahwa bangsa Iran yang pemberani tidak akan pernah mundur meski menghadapi blokade perdagangan dan penerbangan," kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Selasa.
Menurut dia, Teheran akan menanggapi segala bentuk penindasan secara kuat, tepat, dan cepat.
Pada awal September 2026, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan bahwa maskapai Iran tidak lagi diizinkan mengoperasikan penerbangan dan tidak akan mendapatkan layanan darat akibat sanksi mulai 23 September.
Menyusul langkah tersebut, sejumlah negara telah menangguhkan penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Iran.
Ketua Parlemen Iran menambahkan bahwa selama Iran tidak dapat menjual minyak, tidak ada negara di kawasan yang akan melakukannya.
Ghalibaf juga menegaskan bahwa selama ancaman terhadap keamanan Iran masih ada, kawasan Timur Tengah juga masih menghadapi ketidakamanan yang mengancam fasilitas-fasilitas infrastruktur.
Sumber: Sputnik
Pewarta: Asri Mayang SariUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.